Cari Blog Ini

Minggu, 15 Januari 2012

Kehidupan Dan Kebudayaan Masyarakat Desa

Kehidupan masyarakat desa  yang menyiratkan kesan penuh kesederhanaan, keluguan, dan egaliter dengan tipe budaya populer dan budaya folk yang melingkupi dalam perkembangan dapat dijadikan sebagai bahan refleksi (baca: perenungan). Fakta yang berkembang seiring masuknya roh modernisasi dan globalisasi telah menyebabkan terjadinya proses tergerusnya sebagian budaya arif masyarakat desa . Tujuh unsur budaya masyarakat desa  yang berlaku secara universal dan merefleksikan identitas bersama sebuah masyarakat telah mengalami kedinamikaan. Identitas bersama masyarakat desa  yang selama berabad-abad secara lintas generasi mampu mewujudkan harmonisasi dan integrasi sosial kultural dalam perkembangannya terus mengalami perubahan. Tampaknya, legenda tentang kearifan lokal masyarakat desa  kini banyak yang telah hilang dan hanya akan menjelma.
Faktor geografis yang semula merupakan salah satu penyebab sulitnya aparatus pemerintah maupun dunia usaha menjangkau masyarakat desa , kini di era modernisasi dan globalisasi bukan lagi menjadi sebuah kendala. Terbukanya akses transportasi dan masuknya media informasi telah membuka pintu keterisolasian masyarakat desa . Globalisasi yang menyebabkan bola dunia semakin mengecil telah mendorong masuknya proses modernisasi dalam budaya masyarakat desa  . Intrusi budaya yang berjalan dinamis, lambat laun telah mengikis sebagian nilai-nilai kearifan tradisional masyarakat desa  yang dalam pandangan kaum romantis merupakan benteng stabilitas dan keharmonisan kondisi sosial budaya masyarakat. Akibatnya, spesifikasi romantisme 7 unsur universal budaya masyarakat desa  yang menjadi parameter mengalami perubahan .
Sistem mata pencarian masyarakat desa  kini telah mengalami beberapa pergeseran. Pertama, dari segi diversitasnya mata pencarian masyarakat tidak hanya bertumpu pada hasil kegiatan bercocok tanam, berburu, meramu dan menangkap ikan. Masyarakat desa  memiliki jenis mata pencarian yang heterogen, mulai dari pertanian, peternakan, pedagang, karyawan perusahaan, hingga pegawai pemerintah. Kedua, praktek pertanian berladang berpindah yang masih diterapkan oleh sebagian masyarakat desa  –dimana dulu dianggap merupakan praktek pertanian yang paling adaptif dan rasional- kini justru disinyalir tidak lagi adaptif dan rasional terhadap kelestarian ekosistem sumber daya . Ketiga, secara ekonomis pertanian ladang berpindah semakin lama semakin tidak mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat yang mengusahakannya. Dampaknya, pada akhirnya kini berkembang stereotip negatif sistem pertanian ladang sebagai mata pencarian yang dinilai tidak adaptif (baca: merusak) dan tidak rasional (baca: ekonomis).
Selain itu, hasil pertanian dan peternakan yang dulu berorientasi untuk memenuhi kepentingan subsistensi, dewasa ini tidak lagi semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, melainkan sudah diperjual-belikan secara komersial di pasar. Pasar merupakan tempat menjual hasil pertanian dan membeli kebutuhan masyarakat yang tidak tersedia di lingkungan sekitar . Uang menjadi alat transaksi praktis yang digunakan oleh masyarakat desa  untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan kata lain mekanisme perdagangan secara barter tidak lagi dapat ditemukan. Bahkan, dalam perkembangannya budaya uang menjadi panglima kehidupan, sebab hampir semua kebutuhan masyarakat desa  dapat disubtitusi oleh uang . Mulai dari kebutuhan makan, tempat tinggal, pakaian, barang sekunder-tersier, hingga upacara adat . Budaya hedonisme menjalar dalam kebudayaan masyarakat desa . Tujuan utama masyarakat desa  bekerja adalah mendapatkan uang sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Realitas ini berdampak terjadinya klasifikasi jenis mata pencarian di masyarakat desa .
Adapun kelas paling diminati oleh sebagian masyarakat desa  berturut-turut adalah karyawan perusahaan, staf pemerintah, pedagang, peternak, dan petani ladang. Masyarakat memiliki impian untuk memperoleh pekerjaan yang setiap bulan bisa menerima secara rutin penghasilan uang tunai atau cash. Kepemilikan uang tunai dan penumpukan benda materi menjadi salah satu indikator penilaian keberhasilan sebuah keluarga di masyarakat desa . Dampak lebih jauh adalah timbulnya gap budaya (cultural gap) yang sangat besar antara sistem sosial, ekonomi dan budaya masyarakat desa  dengan sistem sosial, ekonomi dan budaya sebagaimana teraktualisasi dalam pola globalisasi dan modernisasi .
Sistem pengetahuan masyarakat desa  saat ini pun mengalami perkembangan. Kini, pengetahuan masyarakat desa  tidak hanya sebatas pengetahuan tentang lingkungan sekitar, namun telah bergeser ke dalam lingkup nasional maupun internasional. Intensitas interaksi yang tinggi dengan komunitas luar dan masuknya media informasi telah membuka jendela pengetahuan masyarakat desa . Sumber pengetahuan masyarakat desa  tidak hanya terbatas dari tokoh adat, namun bercabang mulai dari tokoh agama, staf pemerintah, karyawan perusahaan, peneliti, maupun informasi dari tayangan media elektronik. Akibatnya sistem pengetahuan masyarakat desa  semakin berkembang. Hal ini didukung pula oleh masuknya pendidikan formal di masyarakat desa , meskipun masih sebatas tingkat sekolah dasar. Peletakan kesadaran pendidikan formal di masyarakat desa  yang dimulai dari tingkat sekolah dasar ini telah menumbuhkan semangat untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Hal ini terbukti dari tidak sedikitnya pemuda yang berasal dari masyarakat desa  mengenyam pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi .
Masyarakat desa  identik dengan teknologi sederhana yang umumnya bersifat manual sementara masyarakat modern memiliki teknologi mekanis dengan memanfaatkan fosil sebagai sumber energi (baca: bahan bakar minyak atau BBM). Kini, teknologi masyarakat desa  telah berubah. Teknologi yang digunakan oleh masyarakat desa  untuk meringankan aktivitas kerja saat ini tidak hanya menggunakan alat yang bersifat tradisional, namun sebagian telah dikerjakan memakai tenaga mesin. Alat tersebut digunakan untuk menghemat tenaga dan efisiensi waktu. Penebangan pohon tidak mengandalkan alat-alat manual lagi, melainkan telah memakai gergaji mesin (chain saw) yang terbukti lebih menghemat tenaga dan waktu. Penerangan tidak lagi menggunakan pelita dengan bahan bakar getah damar, tapi sudah memakai penerangan listrik dengan mesin genset berbahan bakar solar. Penangkapan ikan tidak semata-mata menggunakan jala dan jaring, namun berganti dengan obat kimia dan penghantar listrik menggunakan tenaga accu . Mekanisasi telah diterapkan oleh masyarakat desa  dalam sistem teknologinya yang diperoleh dari intensitas interaksi yang tinggi dengan komunitas luar.
Masyarakat desa  yang semula dikenal dengan sistem kepercayaan animisme dan dinamisme yang masih kuat, saat ini telah mengalami pergeseran. Kepercayaan animisme dan dinamisme masyarakat desa  dalam perkembangannya mengalami perubahan, seiring masuknya kaum penyebar agama dan dikenalnya pendidikan agama formal. Masuknya kaum missionaris, zending, maupun ulama di masyarakat desa  telah mengikis ajaran animisme dan dinamisme. Masyarakat desa  secara formal telah menganut salah satu agama dari 5 agama yang diakui di Indonesia, meskipun secara penuh belum menjalankan syariat ajarannya. Pendidikan formal agama yang diperoleh masyarakat desa  dari kurikulum pendidikan sekolah formal dan para ahli agama yang menyebarkan ajaran agamanya, terbukti mampu mengikis secara perlahan kepercayaan animisme dan dinamisme. Tokoh agama dalam struktur sosial masyarakat desa  termasuk salah satu tokoh desa yang disegani. Kondisi tersebut tentu berdampak pada berbagai praktek sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Misalnya, dalam berladang, semula banyak dilakukan berbagai ritual yang berhubungan dengan kepercayaan animisme dan dinamisme, kini perlahan-lahan mulai bergeser bahkan beberapa diantaranya telah ditinggalkan. Diganti dengan praktek – praktek yang lebih rasional.
Tampuk kepemimpinan organisasi sosial yang ada di masyarakat desa  tidak hanya berpangkal pada satu pimpinan (ketua adat), namun telah tersegmentasi ke pimpinan desa. Dalam masyarakat desa  terdapat 2 tampuk pimpinan, yaitu kepala adat dan kepala desa. Dualisme kepimpinan ini dimulai, ketika diterapkan secara penuh aturan perundang-undangan tentang pemerintahan desa -UU No 5 tahun 1979- di masyarakat desa  . Pemilihan kepala desa tidak berdasarkan pada aspek keturunan, melainkan pilihan secara langsung dari aspirasi masyarakat desa . Sendi demokratisasi yang telah menyusup ke dalam sanubari budaya masyarakat desa  berdampak pada meningkatnya kontrol sosial terhadap sistem kelembagaan masyarakat . Otoritas pemerintahan adat lambat laun tergeser oleh demokratisasi pemerintahan desa.
Kesenian yang ada pada masyarakat desa  saat ini mengalami dinamika dengan kecenderungan semakin termarginalkannya kesenian lokal. Orientasi budaya yang lebih menyanjung budaya komunitas luar perlahan-lahan membenamkan budaya lokal masyarakat desa . Kesenian masyarakat desa  yang bersumber pada inspirasi keindahan lingkungan sekitar dan mengekspresikan sistem tata nilai budaya masyarakat dengan menggunakan alat kesenian tradisional, saat ini jarang terlihat. Kesenian budaya masyarakat desa  tergantikan oleh tayangan televisi dan pemutaran lagu-lagu VCD dari media elektronik. Perayaan pesta adat pada awalnya menampilkan lagu daerah dan tarian adat, namun seterusnya dilanjutkan hentakan musik dangdut dari VCD yang menggunakan perangkat alat sound sistem modern. Pemeo yang berkembang, masyarakat desa  sudah capek menabuh dan memukul alat musik tradisional. Sebagai gantinya, mereka memilih memutar lagu VCD yang dapat dinikmati secara instan. Disanjung modern pula.
Bahasa daerah yang ada di masyarakat desa  hanya digunakan dalam percakapan sesama warga, sedangkan untuk bahasa penghubung dengan komunitas luar menggunakan bahasa persatuan Indonesia. Pelajaran bahasa Indonesia yang diperoleh oleh warga ketika menuntut ilmu di pendidikan formal dipraktekkan pada waktu berhubungan dengan komunitas luar, seperti pada waktu masyarakat desa  berinteraksi dengan karyawan perusahaan, pegawai pemerintah, ataupun para peneliti yang tinggal di masyarakat.
Demikianlah, realitas budaya masyarakat desa  yang dari hari ke hari terus mengalami dinamika seiring masuknya intrusi budaya yang dibawa oleh arus globalisasi dan modernisasi. Budaya arif masyarakat desa  lambat laun tergerus oleh intrusi budaya yang memamerkan prinsip rasionalitas dan efisiensi dengan memboyong mitos budaya komunitas luar sebagai “simbol kemajuan” sekaligus salah satu upaya mencapai peradaban yang tertinggi. Prinsip rasionalitas dan efisiensi telah merambah ke relung budaya masyarakat desa  dengan bukti makin lunturnya budaya barter, kesakralan ritual upacara adat, dan ketegasan hukum adat demi menegakkan aturan sesuai keselarasan ekosistem dan harmoni masyarakat. Budaya masyarakat desa  mengarah ke tipe budaya tinggi atau high culture dengan mengadopsi pola budaya masyarakat perkotaan, meskipun tipe budaya populer atau popular culture sebagian masih tetap diterapkan. Masyarakat desa  berada dalam ambang batas kebudayaan : antara ada dan tiada. Sebuah ironi yang patut menjadi bahan refleksi kita bersama.

Rencana Tiga Tahun Kedepan




Hidup ini indah dan di ciptakan untuk kita nikmati, bila mengetahui rahasia dan memiliki kuncinya kehidupan sukses total bisa anda nikmati, siapapun anda. Semua manusia diciptakan agar sukses di semua aspek kehidupannya, sampai saat mereka “kembali”nanti, tidak ada orang yang di takdirkan miskin atau menderita.
Untuk tiga taun kedepan saya berencana untuk lebih giat lagi dalam menuntut ilmu mengingat semakin sulitnya pelajaran – pelajaran yang saya dapati di perkuliahan, dengan demikian saya berharap mendapat IP yang tinggi sehingga dapat sedikit memudahkan dalam mencari pekerjaan, mengingat menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap umat muslim, kita harus menguatkan tekad untuk terus menuntut ilmu dan pengetahuan. Selain kita bisa menuntut ilmu dan pengetahuan di rumah, kampus atau tempat menuntut ilmu lainnya, kita juga bisa menemukan banyak kiat-kiat belajar atau motivasi belajar yang bisa kita jumpai di berbagai media massa, baik media cetak, media elektronik maupun media internet.
Dalam tiga tahun kedepan pula saya berencana untuk memperbanyak teman dan relasi , karena menurut saya teman adalah salah satu orang yang mempunyai peran penting dalam kesuksesan kita karena tanpa adanya seorang teman dalam hidup kita, kita akan merasa begitu sepi dan tidak ada tempat untuk sekedar bercerita atau bergurau, mengingat selama kuliah saya tinggal di sebuah kost –kostan diamana dalam kesehariannya sangat di butuhkan seorang teman untuk menghilangkan rasa sepi.

Sabtu, 14 Januari 2012

Potensi Diri

Sebelumnya kita harus tau dulu potensi diri itu apa, Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal, jadi dengan kata lain potensi diri itu sesuatu kemampuan seseorang didalam dirinya yang sudah ataupun belum terwujud
Sebenarnya menurut saya untuk melihat potensi diri seseorang itu dapat dilihat dari sikap atau tingkah lakunya dalam keseharian yang dapat dinilai oleh orang terdekat, untuk itu kita bisa mengetahui potensi diri kita dengan menanyakan ke kerabat atau keluarga kita sendiri walaupun tanpa disadari kitapun tahu potensi diri tersebut hanya saja kebanykan dari kita kurang percaya atau tidak yakin dengan potensi diri kita sendiri.
Kalau ditanya apa potensi diri saya ? jujur saya bingung untuk menjawabnya karena saya berpendapat bahwa potensi diri seseorang sebenarnya dapat diketahui atau dilihat oleh teman atau keluarga terdekat walaupun beberapa orang berpendapat bahwa semua orang mempunyai potensi dirinya masing -  masing.
Mungkin dulu saya sering mendengar menurut beberapa teman bahwa hasil foto saya cukup bagus untuk seorang amatir, memang kebetulan saya senang dengan bidang fotografi, karena menurut saya fotografi bukan hanya tehnik memotret suatu benda atau mahluk hidup tetapi suatu seni pencahayaan dimana suatu fotografer dapat berkarya sesuai dengan keinginannya.
Apakah itu suatu potensi diri yang saya miliki? atau hanya suatu kemampuan yang setiap orangpun dapat melakukannya? Seperti saya katakan sebelumnya bahwa untuk mengetahuinya cukup bertanya kepada kepada keluarga atau kerabat terdekat anda

Kamis, 24 November 2011

Hubungan antara Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kesejahteraan

Dalam setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi, yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya, serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengolah dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia. Sains dan tekhnologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan (invention), melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan nyata IPTEK bagi manusia sangat tergantung dari nilai, moral, norma dan hukum yang mendasarinya. IPTEK tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa IPTEK mencermikan keterbelakangan.

A. IPTEK DAN PERADABAN MANUSIA
Sains dan Teknologi adalah institusi manusiawi artinya Sains dan Teknologi adalah karya yang dilahirkan manusia. Maka tanpa adanya manusia kedua karya tersebut juga tidak akan ada. Namun ada beda fundamental antara kedua institusi tersebut. Perbedaannya terletak pada sumbernya.
Sains sebagai “body of knowledge” yang kita ketahui saat ini adalah hasil abstraksi manusia dari sumber alami melalui berbagai fenomena yang diamatinya. Kemudian fenomena tersebut direpresentasikan kedalam berbagai model yang membentuk suatu paradigma. Maka kebenaran sains adalah bila dan hanya bila suatu fenomena alami dapat cocok (fit) pada model-model dari suatu paradigma yang berlaku. Bila model dalam suatu paradigma yang dianut tidak lagi dapat merepresentasikan suatu fenomena alami tertentu, maka fenomena tersebut merupakan suatu anomali. Namun anomali tidak dapat terjadi berulang kali. Bila hal demikian ditemui maka paradigma tersebutpun mengalami krisis dan gugur sebagai paradigma yang absah untuk kemudian digantikan oleh model baru yang membentuk paradigma baru pula (Kuhn, 1996). Fenomena alami dan kebenaran yang ada dibaliknya sebenarnya telah beroperasi sejak jauh sebelum manusia ada, misalnya gaya gravitasi dan elektromagnetik, adanya elektron dan neutron didalam atom, proses radioactive decay dan lain sebagainya merupakan kebenaran alami yang telah beroperasi sejak awal sejarah jagad raya ini, jauh sebelum manusia menghuni planet Bumi. Oleh karena itu berbagai kebenaran alami yang terhimpun dalam sains merupakan temuan (discovery) manusia. Namun tanpa manusiapun kebenaran alami tetap beroperasi sebagai sumber dari sains.
Berbeda dari sains, teknologi sepenuhnya bersumber pada manusia itu sendiri. Teknologi diciptakan manusia sebagai instrumen dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Teknologi merupakan suatu fenomena sosial. Oleh karena itu tanpa manusia, tanpa masyarakat, teknologipun tiada.
Teknologi diciptakan manusia melalui penerapan (exercise) budidaya akalnya. Manusia harus mendayakan akal pikirannya dalam me-reka teknologi berdasarkan ratio (nalar) dan kemudian membuatnya, me-yasanya, menjadi suatu produk yang kongkrit. Jadi perlu penerapan rekayasa dalam menciptakan teknologi, dan sebaliknya teknologi kemudian akan membantu manusia dalam merekayasa. Inter-relasi dan interaksi antara rekayasa dan teknologi sering sulit dipahami karena seakan terjadi secara obvious atau terjadi sepenuhnya dilatar belakang sehingga luput dari pengamatan. Maka untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari peran rekayasa dalam penciptaan teknologi dan sebaliknya, perlu digresi sebentar sampai pada saat asal mula terbentuknya masyarakat manusia.
Sains itu sendiri secara umum didefinisikan sebagai pengetahuan (knowledge)yang didapatkan dengan cara sistematis tentang struktur dan perilaku dari segala fenomena yang ada di jagad raya dan isinya, baik fenomena alam maupun sosial. Sementara itu, teknologi merupakan aplikasi dari sains sebagai respons atas tuntutan manusia akan kehidupan yang lebih baik.
Teknik secara umum diartikan sebagai alat perlengkapan dan metode membuat sesuatu. Teknologi adalah suatu cara untuk teknik memproduksi atau memproses membuat sesuatu yang lebih mengembangkan ketrampilan manusia.
Ada beberapa fase proses teknik yang dialami dalam kehidupan manusia yakni :
A.      Fase teknik destruktif.
Pada fase ini, untuk memecahkan segala permasalahan dan kebutuhannya, manusia langsung mengambil dari alam, tidak ada usaha untuk mengembalikannya ke alam.
B.      Fase teknik konstruktif.
Masyarakat pada fase ini telah mampu melakukan penciptaan sehingga menghasilkan kebudayaan baru yang sebelumnya tidak ada di alam. Dengan penciptaan baru ini, sedikit demi sedikit manusia telah menciptakan lingkungan baru yang selalu bermodalkan alam sekitar sehinggamerupakan “ the second nature “ atau alam kedua.
C.      Fase modern. Fase ini merupakan puncak perkembangan teknik yang telah dicapai anusia. Teknik modern ini bertitik tolak dari analisa matematis alam, sehingga manusia mampu membangun suatu peradaban baru yaitu peradaban mesin. Cirri peradaban mesin diantaranya adalah kesatuan bahasa internasional sebagai pengantar dan diciptakannya bahasa symbol yang satu , seragam, dan internasional yaitu bahasa “ matematika “.

Keseimbangan IPTEK dalam pembangunan dan lingkungan
IPTEK dalam kehidupan manusia memanglah telah mebawa perubahan yang sangat besar. Karenanya kini semua dapat terfasilitasi dengan lebih mudah dan modern. Namun walau pengaplikasiannya mendatangkan kemajuan bagi kehidupan masyarakat tetap saja harus memperhatikan segala entitas yang ada dalm lingkungan diluarnya.      Pengaplikasian IPTEK harus sesuai dengan aturan yang ada dan memperhatikan segala dampak buruk yang dapat ditimbulkan bagi manusia sebagai pengaplikasinya ataupun dengan lingkungan sebagai area pengaplikasianya. Semua harus berjalan dengan seimbang. Kemajuan IPTEK harus tetap diimbangi dengan pemeliharaan keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Jangan sampai kemajuan yang dihasilkan mengakibatkan keburukan bagi lingkungan. Sesungguhnya pengembangan IPTEK yang menghasilkan kemajuan jika dibarengi dengan pemanfaatannya bagi peningkatan kelestarian dan pemeliharaan lingkungan akan lebih membawa kemaslahatan bagi kemajuan kehidupan bangsa sehingga pembangunan yang terencana pun dapat terealisasi dengan lebih baik dan sempurna.

Peran IPTEK Dalam Bidang Ekonomi
Ekonomi adalah kebutuhan manusia, maka sipa yang dapat menguasai perekonomian, dialah yang memegang kekuasaan. Pada saat mata pencaharian utama manusia masih menyangkut soal tanah, kaum feodallah yang memegang kekuasaan. Sedangkan ketika industri memegang peranan penting dalam ekonomi maka kaum kapitalislah yang memegang peranan utama dalam penyediaan segala kebutuhan manusia. Sekarang kaum kapitalis industrialis telah banyak mengembangkan usahanya hingga melampaui batas negaranya yang disebut Multi National Corporation ( MNC ). Kadang – kadang perusahaan perusahaan multinasional ini di negara – negara berkembang ikut serta menentukan politik pemerintahan. Perusahaan besar semacam itu tidak mungkin berkembang tanpa dukungan teknologi
Walaupun sebagian penduduk dunia masih hidup di bawah garis kemiskinan namun sebagian besar sudah dapat merasakan manfaat dipergunakannya teknologi modern, karena kebutuhan hidupnya dapat dengan mudah diperoleh dengan harga yang relative lebih murah. Cara pembayarannya pun dapat dilakukan dengan tunai atau kredit.

Peran IPTEK Dalam Bidang Sosial
Dengan berkembangnya industri dan kegiatan ekonomi, maka memungkinkan orang hidup dalam lapangan pekerjaan tersebut. Hal tersebut dapat dilihat dari angka – angka yang menunjukan bahwa pekerja di pabrik atau perusahaan terus meningkat sedangkan bekerja di sector pertanian makin menurun.
Nilai social juga berubah. Pada masa lalu orang merasa bahwa menjadi pegawai negeri dinilai lebih tinggi status sosialnya dibandingkan para pedagang atau pengusaha. Sekarang menjadi pengusaha atau karyawan pabrik dianggap sebagai tenaga professional yang mempunyai nilai status yang tinggi.
Makin berkembangnya teknologi menyebabkan industri memproduksi barang secara missal juga meningkat. Tetapi sering kali juga dimanfaatkan untuk kepentingan yang negatif seperti peniruan atau pemalsusan merek dagang dan sebagainnya. Kian majunya masyarakat yang dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan manusia sering kehilangan nilai etisnya dan mudah melakukan tindakan yang tercela dan melanggar hukum.

Peran IPTEK Dalam Bidang Budaya
Budaya dapat berwujud tiga hal, yaitu idea tau gagasan, tingkah laku atau tindakan danbenda atau barang yang dihasilkan oleh manusia. Jadi budaya mempunyai pengertian yang luas.
Seperti telah diuraikan di atas, teknologi dan industri mempunyai dampak positif dan negatif. Karena itu hendaknya teknologi secara efektif mampu memerangi kemiskinan, keterbelakangan dan menjamin kemajuan bagi bangsa manusia. Manusia juga perlu sadar bahwa orang menciptakan sesuatu bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk kesejahteraan umat.

Peran IPTEK Untuk Meningkatkan Kesejahteraan
Tuntutan terhadap pengembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini semakin mengemuka. IPTEK dituntut mampu mencari berbagai alternative pemecahan masalah yang ada ditengah-tengah masyarakat dengan mengembangkan perilaku kritis, obyektif, dan rasional sehingga bisa mengetahui kebutuhan riil yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung.
IPTEK bukanlah suatu system tersendiri yang hanya berada diruang penelitian dan laboratorium dalam sebuah menara gading yang terpisah dari masyarakat sekitarnya. Pada akhirnya, IPTEK harus mampu menjadi suluh penerang dan pedoman bagi seluruh warga masyarakat untuk bisa membawanya ke Indonesia yang gemilang. Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa.
Peran iptek dalam membangun peradaban suatu bangsa telah lama diakui secara universal, pengalaman berbagai negara menunjukkan secara jelas bahwa iptekmenduduki peran sentral bagi pertumbuhan dan bagi memperkokoh daya saing utama pada arena persaingan global.
Perubahan ke empat pasal 31 ayat 5 uud 1945, yang berbunyi “pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”, perlu kita jabarkan dan terapkan dalam program pembangunan bangsa.
Tugas yang mulia ini tentunya bukan hanya tugas pemerintah saja tetapi merupakan tugas kita bersama melihat betapa pentingnya peran iptek dalam mewujudkan peradaban dan kesejahteraan bangsa, maka sudah selayaknya pengembangan dan pemanfaatannya dilakukan secara nasional, dalam arti merata di seluruh daerah. Salah satu modal dasar bagi pengembangan dan pemanfaatan iptek di tingkat daerah adalah regulasi kewenangan yang lebih bersifat otonomis. Sejak diberlakukannya uu no. 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah yang memberikan otonomi lebih luas kepada daerah untuk mengurus dirinya sendiri. Serta diberlakukannya undang-undang nomor 18 tahun 2002 tentang sistem nasional penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka inisiatif daerah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya juga semakin tinggi. Kedua undang-undang tersebut merupakan tuntunan bagi kita semua baik yang di pusat maupun di daerah dalam melaksanakan pembangunan nasional dibidang iptek kedua undang-undang tersebut juga mengamanatkan kepada kita agar kita mampu menumbuhkembangkan jaringan sistem, penelitian, pengembangan dan penerapan iptek mulai dari tingkat nasional sampai daerah.
Sebagai contoh Peran IPTEK untuk meningkatkan kesejahteraan adalah sebagai berikut :
a. Penyediaan pangan
Perkembangan IPTEK dalam bidang pangan dimungkinkan karena adanya pendidikan, penelitian dan pengembangan di bidang pertanian terutama dalam peningkatan produktivitas melalui penerapan varitas unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan pengairan. Namun di sisi lain perkembangan tersebut berdampak fatal, misalkan saja penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama ternyata dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia.
b. Penyediaan Sandang
• Pada awalnya bahan sandang dihasilkan dari serat alam seperti kapas, sutra, woll dan lain-lain
• Perkembangan teknologi matrial polimer menghasilkan berbagai serat sintetis sebagai bahan sandang seperti rayon, polyester, nilon, dakron, tetoron dan sebagainya
• Kulit sintetik juga dapat dibuat dari polimer termoplastik sebagai bahan sepatu, tas dan lain-lain
• Teknologi pewarnaan juga berkembang seperti penggunaan zat azo dan sebagainya.
c. Penyediaan Papan
• Teknologi papan bersangkut paut dengan penyediaan lahan dan bidang perencanaan seperti city planning, kota satelit, kawasan pemukiman dan sebagainya yang berkaitan dengan perkembangan penduduk
• Awalnya bahan pokok untuk papan adalah kayu selanjutnya dikembangkan teknologi matrial untuk mengatasi kekurangan kayu
• Untuk mengatasi kekurangan akan lahan dikembangkan teknologi gedung bertingkat, pembentukan pulau-pulau baru, bahkan tidak menutup kemungkinan pemukiman ruang angkasa.
d. Peningkatan Kesehatan
• Perkembangan Ilmu Kedokteran seperti : ilmu bedah dan lain-lain
• Penemuan alat-alat kedokteran seperti : stetoskup, USG, dan lain-lain
• Penemuan obat-obatan seperti anti biotik, vaksin dan lain-lain
• Penemuan radio aktif untuk mendeteksi penyakit secara tepat seperti        tumor dan lain-lain
• Penelitian tentang kuman-kuman penyakit dan lain-lain.
e. Penyediaan Energi
• Kebutuhan akan energi
• Sumber-sumber energi
• Sumber energi konvensional tak dapat diperbaharui
• Sumber energi pengganti yang tak habis pakai
• Konversi energi dari satu bentuk kebentuk yang lain.

Rabu, 16 November 2011

Search Engine

Search Engine

Mesin pencari (Sejarah Search Engine) adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, publikasi milis, ataupun news groupdalam sebuah ataupun sejumlah komputer peladen dalam suatujaringan. Hasil pencarian umumnya ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hits. Informasi yang menjadi target pencarian bisa terdapat dalam berbagai macam jenis berkas seperti halaman situs web, gambar, ataupun jenis-jenis berkas lainnya. Beberapa mesin pencari juga diketahui melakukan pengumpulan informasi atas data yang tersimpan dalam suatubasisdata ataupun direktori web.

Sebagian besar mesin pencari dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan algoritma 
kepemilikan dan basisdata tertutup, di antaranya yang paling populer adalah Google(MSN Search dan Yahoo!). Telah ada beberapa upaya menciptakan mesin pencari dengan sumber terbuka (open source), contohnya adalah Htdig, Nutch, Egothor danOpenFTS.

Sejarah Search Engine 

Saat awal perkembangan internet, Tim Berners-Lee membuat sebuah situs web yang berisikan daftar situs web yang ada di internet melalui peladen web CERN. Sejarah yang mencatat sejak tahun 1992 masih ada hingga kini. Dengan semakin banyaknya situs web yang aktif membuat daftar ini tidak lagi memungkinkan untuk dikelola oleh manusia. Utilitas pencari yang pertama kali digunakan untuk melakukan pencarian di internet adalah Archie yang berasal dari kata "archive" tanpa menggunakan huruf "v". Archie dibuat tahun 1990 oleh Alan Emtage, Bill Heelan dan J. Peter Deutsch, saat itu adalah mahasiswa ilmu komputer Universitas McGill, Amerika Serikat. Cara kerja program tersebut adalah mengunduh daftar direktori serta berkas yang terdapat pada layanan ftp publik (anonim) kemudian memuatnya ke dalam basisdata yang memungkinkan pencarian.
Mesin pencari lainnya seperti Aliweb, muncul di 1993 dan masih berjalan hingga saat ini. Salah satu mesin pencari pertama yang sekarang berkembang menjadi usaha komersial yang cukup besar adalah Lycos, yang dimulai di Carnegie Mellon Universitysebagai proyek riset di tahun 1994.
Segera setelah itu, banyak mesin pencari yang bermunculan dan bersaing memperebutkan popularitas. Termasuk di antaranya adalah WebCrawler, Hotbot,Excite, Infoseek, Inktomi, dan AltaVista. Masing-masing bersaing dengan menambahkan layakan-layanan tambahan seperti yang dilakukan oleh Yahoo.

Tahun 2002 Yahoo! mengakuisisi Inktomi, setahun kemudian mengakuisisiAlltheWeb dan Altavista kemudian meluncurkan mesin pencari sendiri yang didasarkan pada teknologi gabungan dari mesin-mesin pencari yang telah diakuisisinya serta memberikan layanan yang mengutamakan pencarian Web daripada layanan-layanan lainnya.
Di bulan desember 2003, Orase menerbitkan versi pertama dari teknologi pencari waktu-riilnya. Mesin ini memiliki banyak fungsi baru dan tingkat unjuk kerja yang jauh lebih baik.
Mesin pencari juga dikenal sebagai target investasi internet yang terjadi pada akhir tahun 1990-an. Beberapa perusahaan mesin pencari yang masuk ke dalam pasar saham diketahui mencatat keuntungan besar. Sebagian lagi sama sekali menonaktifkan layanan mesin pencari, dan hanya memasarkannya pada edisi-edisienterprise saja, contoh Northern Light sebelumnya diketahui merupakan salah satu perintis layanan mesin pencari di internet.
Buku Osmar R. Zaïane From Resource Discovery to Knowledge Discovery on the Internetmenjelaskan secara rinci sejarah teknologi mesin pencari sebelum munculnya Google. Mesin-mesin pencari lainnya mencakup a9.com, AlltheWeb, Ask Jeeves,Clusty, Gigablast, Teoma, Wisenut, GoHook, Kartoo, dan Vivisimo.3


Beberapa Search Engine

1.www.google.com
2.www.yahoo.com
3.www.bing.com
4.www.msn.com
5.www.live.com
6.www.altavista.com
7.www.dmoz.com
8.www.aol.com


Manfaat

1.     
1. mesin pencari merupakan tempat kebanyakan orang mencari sesuatu via internet. Menurut survei hampir 90% pengguna internet memakai mesin pencari untuk mencari lokasi tertentu di internet. dan di antara mesin pencari yang ada, google merupakan mesin pencari yang paling banyak digunakan

2. Sebagian besar pengguna mesin pencari tidak pernah melewatkan dua halaman pertama dari mesin pencari. 

3. Sebagian besar (hampir 70%) pengguna mesin pencari tidak pernah klik pada hasil pencarian sponsor. Dengan demikian, hasil pencarian yang organik (secara alami) akan membuat suatuwebsite memperoleh posisi strategis dalam dunia internet. 

4. Di negara-negara maju, porsi penjualan yang dilakukan melaluiinternet sudah hampir mencapai 20% dari keseluruhan transaksi tahunan. 

5. Sebuah informasi yang mudah di akses oleh semua orang baik dalam maupun luar negeri.
1.